Produksi makanan di Bali mulai meningkat, pesanan bertambah, tetapi proses packaging masih terasa lambat. Di kondisi seperti ini, memilih mesin dengan kapasitas yang sesuai menjadi hal penting.
Masalahnya, kapasitas mesin packaging tidak bisa ditentukan hanya dari jumlah produksi. Jenis produk, ukuran kemasan, sampai waktu yang tersedia untuk packing juga perlu diperhitungkan.
Hitung Jumlah Kemasan per Hari
Langkah pertama adalah mengetahui berapa banyak kemasan yang harus diselesaikan setiap hari.
Misalnya, bisnis memproduksi 1.000 produk per hari. Berarti proses packaging harus mampu menyelesaikan sekitar 1.000 kemasan dalam waktu kerja yang tersedia.
Namun, jangan langsung mencari mesin yang kapasitasnya tepat 1.000 kemasan per hari. Masih ada waktu untuk persiapan, pengaturan mesin, pergantian kemasan, dan kondisi operasional lainnya.
Karena itu, kebutuhan kapasitas sebaiknya tidak dihitung terlalu mepet.
Perhatikan Waktu yang Tersedia untuk Packing
Jumlah produk yang sama bisa membutuhkan kapasitas mesin yang berbeda tergantung waktu packing.
Contohnya, jika ada 1.000 kemasan dan waktu khusus untuk packaging hanya beberapa jam, kebutuhan kecepatan mesin tentu lebih tinggi dibandingkan jika proses packaging bisa dilakukan sepanjang hari.
Jadi, selain menghitung jumlah kemasan, tentukan juga berapa lama proses packaging harus selesai.
Ukuran Kemasan Juga Berpengaruh
Produk yang dikemas dalam ukuran berbeda belum tentu bisa diproses dengan cara yang sama.
Misalnya, satu produk memiliki kemasan kecil untuk penjualan eceran dan ukuran lebih besar untuk reseller. Perbedaan ukuran tersebut perlu diperhatikan saat memilih mesin packing makanan.
Jangan hanya melihat angka kapasitas per menit. Pastikan kemampuan mesin sesuai dengan ukuran dan jenis kemasan yang memang digunakan.
Sesuaikan dengan Jenis Produk
Kapasitas bukan satu-satunya pertimbangan. Produk juga menentukan jenis mesin yang dibutuhkan.
Produk cair, bubuk, makanan ringan, frozen food, dan produk lainnya memiliki karakteristik berbeda. Sistem filling, penyegelan, maupun metode pengemasannya bisa berbeda pula.
Artinya, mesin dengan kapasitas tinggi belum tentu cocok jika sistem kerjanya tidak sesuai dengan produk.
Jangan Mengambil Kapasitas Terlalu Jauh
Ada kecenderungan memilih mesin dengan kapasitas jauh lebih besar karena berharap bisnis akan berkembang. Padahal, jika kapasitas produksi saat ini masih jauh di bawah kemampuan mesin, penggunaannya bisa menjadi kurang optimal.
Lebih baik lihat kebutuhan sekarang dan target perkembangan dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan begitu, kapasitas packaging tetap memiliki ruang untuk pertumbuhan tanpa membuat investasi menjadi berlebihan sejak awal.
Buat Perhitungan Sederhana
Untuk memperkirakan kebutuhan, Anda bisa mulai dari:
Jumlah kemasan ÷ waktu packaging = kebutuhan kemasan per waktu
Contohnya, jika harus menyelesaikan 1.200 kemasan dalam 4 jam, berarti rata-rata membutuhkan sekitar 300 kemasan per jam.
Angka tersebut kemudian dapat digunakan sebagai gambaran awal saat membandingkan kemampuan mesin.
Tetap perhatikan bahwa kapasitas aktual bisa dipengaruhi oleh jenis produk, ukuran kemasan, pengaturan mesin, dan kondisi operasional.
Pilih Mesin Berdasarkan Kondisi Bisnis
Bagi bisnis makanan Bali yang sedang berkembang, menentukan kapasitas mesin packaging Bali sebaiknya dimulai dari data produksi sendiri.
Hitung jumlah kemasan, waktu packing, jenis produk, ukuran kemasan, serta target produksi. Setelah itu, barulah cari mesin yang kemampuan kerjanya sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Dengan perhitungan yang lebih jelas, pemilihan mesin tidak hanya berdasarkan angka kapasitas, tetapi benar-benar berdasarkan kebutuhan bisnis.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produksi, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
BALI
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
(021) 2951 4991
0812-1323-9988




