Mendapat pesanan catering 500 porsi tentu membutuhkan persiapan yang berbeda dibandingkan pesanan puluhan porsi. Bukan hanya jumlah makanan yang bertambah, proses packaging juga harus mampu mengikuti target produksi dan jadwal pengiriman.
Untuk bisnis catering di Bali, bagian packaging perlu dipikirkan sejak awal agar makanan yang sudah selesai diproduksi tidak tertahan terlalu lama sebelum dikirim.
Hitung Dulu Jumlah Kemasan
500 porsi berarti setidaknya ada 500 kemasan utama yang perlu disiapkan. Namun, jumlah sebenarnya bisa lebih banyak jika satu pesanan terdiri dari beberapa kemasan, seperti nasi, lauk, sambal, atau menu tambahan.
Karena itu, jangan hanya menghitung jumlah porsi. Hitung seluruh kemasan yang harus diselesaikan.
Dari angka tersebut, kebutuhan waktu dan tenaga untuk packaging akan lebih mudah diperkirakan.
Perhatikan Pembagian Porsi
Salah satu bagian penting dalam catering jumlah besar adalah pembagian makanan ke setiap kemasan.
Jika porsinya tidak konsisten, proses pengecekan akan semakin sulit. Karena itu, pembagian porsi perlu memiliki standar yang jelas sebelum makanan masuk ke tahap packaging.
Semakin banyak pesanan, semakin penting proses ini dibuat teratur.
Hitung Waktu Packaging
Setelah mengetahui jumlah kemasan, tentukan berapa lama waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya.
Misalnya, 500 porsi harus selesai dikemas dalam beberapa jam karena pengiriman sudah memiliki jadwal tertentu. Berarti proses packaging tidak boleh berjalan terlalu lambat.
Dari sini bisa terlihat apakah proses manual masih cukup atau sudah membutuhkan bantuan mesin packing catering.
Perhatikan Proses Penutupan Kemasan
Setelah makanan masuk ke kemasan, proses berikutnya adalah penutupan.
Bagian ini sering terlihat sederhana, tetapi pada 500 porsi jumlah pekerjaan yang dilakukan menjadi sangat banyak. Jika proses penutupan terlalu lambat, antrean kemasan dapat menumpuk.
Karena itu, kemampuan proses sealing atau penutupan perlu disesuaikan dengan jumlah kemasan yang harus diselesaikan.
Jangan Lupakan Pengecekan
Packaging bukan hanya memasukkan makanan ke dalam wadah.
Sebelum dikirim, perlu ada pengecekan untuk memastikan jumlah, isi, dan kondisi kemasan sudah sesuai. Hal ini semakin penting jika catering memiliki beberapa pilihan menu atau tujuan pengiriman yang berbeda.
Sebaiknya pengecekan dilakukan sebagai bagian dari alur packaging, bukan menunggu seluruh 500 porsi selesai.
Atur Area Packaging
Untuk jumlah 500 porsi, area kerja juga perlu diperhatikan.
Kemasan kosong, makanan yang siap dikemas, produk yang sudah selesai, dan pesanan yang siap dikirim sebaiknya memiliki area masing-masing.
Dengan alur yang jelas, tim tidak perlu bolak-balik dan risiko pesanan tertukar dapat dikurangi.
Tentukan Bagian yang Perlu Dibantu Mesin
Tidak semua tahapan packaging harus menggunakan mesin.
Lihat bagian yang paling banyak memakan waktu atau tenaga. Jika pengisian, penutupan, atau proses tertentu menjadi hambatan utama, bagian tersebut yang dapat dipertimbangkan untuk dibantu menggunakan mesin.
Dengan begitu, investasi peralatan lebih sesuai dengan kebutuhan kapasitas packaging.
Siapkan Packaging Sebelum Produksi Dimulai
Untuk catering 500 porsi, packaging tidak sebaiknya dipikirkan setelah makanan selesai dimasak.
Jumlah kemasan, waktu packaging, tenaga kerja, alur pengecekan, hingga jadwal pengiriman perlu dipersiapkan sejak awal.
Dengan perencanaan tersebut, proses dari dapur produksi sampai makanan siap dikirim bisa berjalan lebih teratur.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan catering dalam jumlah besar, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
BALI
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
(021) 2951 4991
0812-1323-9988




