Usaha makanan di Lampung mulai punya lebih banyak pesanan? Saat produksi masih sedikit, pekerjaan mungkin masih bisa dilakukan dengan peralatan sederhana. Tapi ketika jumlah produksi bertambah, beberapa proses mulai terasa lebih lama dan melelahkan.
Mengolah bahan dalam jumlah banyak, mencampur adonan, menggiling, memotong, atau menyiapkan bahan satu per satu tentu membutuhkan waktu. Di kondisi seperti ini, mesin pengolah makanan bisa membantu membuat proses produksi lebih praktis.
Kenali Dulu Proses Produksi yang Membutuhkan Bantuan
Tidak semua bagian produksi harus langsung menggunakan mesin.
Coba lihat pekerjaan yang paling sering dilakukan dan paling banyak menyita waktu. Bisa saja proses menggiling bahan, mencampur adonan, memotong, atau mengolah bahan makanan tertentu.
Kalau pekerjaan tersebut dilakukan berulang kali setiap hari, penggunaan mesin dapat dipertimbangkan untuk membantu meringankan proses produksi.
Pilihan Mesin Pengolah Makanan FOMAC
FOMAC menyediakan berbagai pilihan mesin pengolah makanan untuk membantu kebutuhan produksi usaha.
Jenis mesin yang dibutuhkan tentunya mengikuti produk dan proses yang dikerjakan. Usaha bakery memiliki kebutuhan berbeda dengan usaha makanan olahan, snack, minuman, atau produk makanan lainnya.
Karena itu, jangan hanya melihat nama atau kapasitas mesin. Pastikan mesin yang dipilih memang sesuai dengan proses produksi yang dilakukan.
Kapasitas Mesin Harus Sesuai Produksi
Salah satu hal penting sebelum membeli mesin adalah menghitung kebutuhan produksi.
Misalnya, produksi yang awalnya hanya beberapa batch per hari mulai meningkat karena pesanan bertambah. Kalau kapasitas mesin terlalu kecil, pekerjaan tetap membutuhkan waktu lama. Sebaliknya, mesin dengan kapasitas terlalu besar juga belum tentu diperlukan untuk usaha yang masih berkembang.
Coba hitung jumlah produksi harian dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Dari situ, kebutuhan kapasitas mesin bisa lebih mudah ditentukan.
Mesin Bisa Membantu Saat Produksi Mulai Padat
Penggunaan mesin bukan berarti seluruh pekerjaan harus dibuat otomatis.
Mesin bisa digunakan untuk membantu satu proses yang paling banyak memakan waktu. Setelah kebutuhan produksi meningkat, peralatan lainnya dapat ditambahkan secara bertahap.
Cara seperti ini membuat pengembangan peralatan lebih mengikuti kondisi usaha, bukan sekadar membeli mesin karena ingin menggunakan teknologi baru.
Pilih Mesin Berdasarkan Jenis Produk
Setiap produk memiliki karakter dan proses pengolahan yang berbeda.
Bahan yang perlu digiling tentu membutuhkan mesin yang berbeda dengan proses pencampuran atau pemotongan. Begitu juga dengan usaha yang membutuhkan proses pengolahan dalam jumlah besar.
Sebelum memilih mesin, tentukan terlebih dahulu:
- Jenis makanan yang diproduksi
- Bahan yang digunakan
- Proses yang ingin dibantu
- Jumlah produksi per hari
- Kapasitas yang dibutuhkan
Dengan informasi tersebut, pilihan mesin akan lebih mudah disesuaikan.
Mau Melihat Pilihan Mesin FOMAC?
Pelaku usaha di Lampung yang sedang mencari mesin pengolah makanan juga bisa mengenal pilihan FOMAC melalui showroom di Jakarta.
Melihat mesin secara langsung dapat membantu memahami fungsi dan jenis mesin yang tersedia sebelum menentukan pilihan. Anda juga bisa menyesuaikan kebutuhan mesin dengan proses produksi yang sedang dijalankan.
Tidak perlu menunggu sampai produksi benar-benar kewalahan. Kalau ada proses yang mulai menghambat pekerjaan, bagian tersebut sudah bisa mulai dievaluasi.
Siapkan Mesin untuk Mengikuti Perkembangan Usaha
Ketika usaha makanan berkembang, kebutuhan produksinya ikut berubah. Peralatan yang sebelumnya sudah cukup bisa saja mulai terasa kurang ketika jumlah pesanan meningkat.
Karena itu, pilih mesin pengolah makanan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Mulai dari proses yang paling membutuhkan bantuan, hitung kapasitasnya, lalu sesuaikan dengan perkembangan usaha.
Untuk melihat pilihan mesin pengolah makanan FOMAC dan mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kebutuhan produksi usaha Anda, kunjungi showroom FOMAC di Jakarta.




