Ketika produksi makanan di Bali mulai meningkat, proses packaging biasanya ikut mendapat perhatian. Masalahnya, tidak semua bagian harus langsung di-upgrade.
Ada bisnis yang lebih membutuhkan mesin filling, ada yang cukup meningkatkan proses sealing, sementara produk tertentu justru membutuhkan mesin vacuum. Jadi, sebelum membeli mesin baru, penting untuk melihat proses mana yang paling sering menjadi kendala.
Kapan Mesin Filling Perlu Di-upgrade?
Filling berkaitan dengan proses memasukkan produk ke dalam kemasan. Proses ini biasanya menjadi perhatian ketika produk yang dikemas memiliki bentuk cair, semi-cair, atau membutuhkan takaran yang relatif konsisten.
Contohnya seperti sambal, saus, kecap, bumbu cair, atau produk sejenis.
Kalau proses pengisian masih dilakukan manual dan jumlah produksi sudah semakin banyak, waktu kerja bisa ikut bertambah. Takaran antar kemasan juga berpotensi kurang konsisten.
Dalam kondisi seperti ini, mesin filling dapat dipertimbangkan untuk membantu membuat proses pengisian lebih teratur.
Bagaimana dengan Sealing?
Setelah produk masuk ke kemasan, bagian berikutnya adalah sealing atau penyegelan.
Proses ini terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi hambatan ketika jumlah kemasan yang harus disegel sudah sangat banyak. Apalagi jika proses masih mengandalkan tenaga operator untuk satu per satu kemasan.
Kalau produk sudah terisi dengan baik tetapi proses penyegelannya terlalu lama, berarti bagian inilah yang perlu dievaluasi.
Penggunaan mesin sealer dapat membantu mempercepat proses penyegelan sesuai jenis kemasan yang digunakan.
Kapan Vacuum Lebih Dibutuhkan?
Berbeda dengan filling dan sealing, vacuum berhubungan dengan pengurangan udara di dalam kemasan sebelum kemasan ditutup.
Proses ini dapat dipertimbangkan untuk produk yang memang membutuhkan kondisi kemasan dengan udara lebih sedikit, sesuai karakteristik produk dan metode penyimpanannya.
Misalnya pada beberapa jenis makanan yang membutuhkan metode vacuum packaging untuk mendukung proses penyimpanan atau distribusi.
Karena itu, jangan memilih mesin vacuum hanya karena terlihat lebih modern. Pastikan metode tersebut memang sesuai dengan produk yang dijual.
Mana yang Harus Di-upgrade Dulu?
Jawabannya kembali pada titik masalah dalam proses packaging.
Coba lihat alurnya:
Produk → Filling → Sealing → Vacuum (jika diperlukan) → Penyimpanan/Distribusi
Kalau pengisian yang paling lama, evaluasi filling terlebih dahulu. Kalau pengisian sudah cepat tetapi penyegelan menjadi antrean, bagian sealing yang perlu diperhatikan.
Sementara itu, vacuum sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan produk, bukan hanya karena kapasitas produksi meningkat.
Sesuaikan dengan Perkembangan Bisnis
Untuk bisnis makanan di Bali, kebutuhan packaging bisa berubah seiring bertambahnya pesanan. Produk yang awalnya dikemas puluhan atau ratusan kemasan per hari mungkin nantinya membutuhkan kapasitas yang lebih tinggi.
Karena itu, upgrade mesin sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi produksi saat ini sekaligus mempertimbangkan target perkembangan usaha.
Tidak harus semua proses dibuat otomatis sekaligus. Mulai dari bagian yang paling menghambat, kemudian tingkatkan peralatan secara bertahap.
Pilih Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Sekadar Mesin
Filling, sealing, dan vacuum memiliki fungsi yang berbeda. Menentukan mesin yang tepat bukan soal mana yang paling canggih, tetapi mana yang benar-benar dibutuhkan oleh produk dan proses packaging.
Dengan mengevaluasi bagian yang paling banyak memakan waktu, bisnis bisa menentukan upgrade mesin packaging dengan lebih terarah.
Untuk melihat pilihan mesin packaging dan menyesuaikannya dengan kebutuhan usaha, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
BALI
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
(021) 2951 4991
0812-1323-9988




