Mengisi sambal atau bumbu cair ke dalam kemasan terlihat sederhana. Tapi ketika jumlah produksi mulai banyak, proses filling bisa menimbulkan masalah seperti tumpah, isi tidak sama, atau pekerjaan menjadi lebih lama.
Sebelum langsung mengganti sistem packaging, ada beberapa bagian yang sebaiknya dicek terlebih dahulu.
Cek Kekentalan Produk
Sambal dan bumbu cair tidak selalu memiliki tingkat kekentalan yang sama.
Ada produk yang cukup encer, ada juga yang lebih kental dan memiliki potongan bahan di dalamnya. Perbedaan ini bisa memengaruhi cara produk mengalir saat proses filling.
Karena itu, karakter produk perlu diperhatikan ketika menentukan mesin filling sambal.
Perhatikan Ukuran dan Bentuk Kemasan
Masalah filling tidak selalu berasal dari produknya.
Ukuran dan bentuk kemasan juga bisa memengaruhi proses pengisian. Kemasan dengan mulut yang lebih kecil tentu membutuhkan cara pengisian yang berbeda dibandingkan wadah dengan bukaan yang lebih besar.
Sebelum memilih mesin, pastikan ukuran dan bentuk kemasan sudah ditentukan.
Cek Jumlah Isi Setiap Kemasan
Kalau setiap kemasan harus memiliki berat atau volume tertentu, proses pengisian perlu dibuat konsisten.
Pengisian manual bisa membuat jumlah isi sedikit berbeda antara satu kemasan dengan kemasan lainnya, terutama ketika jumlah produk yang dikerjakan sudah banyak.
Untuk kebutuhan seperti ini, mesin filling dapat membantu membuat proses pengisian lebih teratur sesuai pengaturan dan jenis produknya.
Perhatikan Posisi Saat Filling
Posisi wadah ketika diisi juga perlu diperhatikan.
Kalau posisi kemasan kurang tepat, produk bisa lebih mudah mengenai bagian luar kemasan atau tumpah saat proses pengisian.
Hal sederhana seperti posisi wadah, ukuran nozzle, dan alur keluarnya produk perlu diperiksa agar proses filling berjalan lebih rapi.
Jangan Abaikan Potongan Bahan
Khusus untuk sambal seperti sambal matah atau produk yang memiliki potongan bahan, bagian ini perlu mendapat perhatian.
Potongan cabai, bawang, atau bahan lainnya dapat membuat karakter produk berbeda dari cairan yang benar-benar halus.
Karena itu, mesin pengemas bumbu yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi produk, bukan hanya berdasarkan jumlah liter yang ingin diproses.
Hitung Waktu Filling
Selain masalah tumpah, coba hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi seluruh kemasan.
Misalnya ada 300 kemasan yang harus disiapkan setiap hari. Kalau setiap kemasan harus diisi secara manual, waktu yang digunakan bisa cukup panjang.
Dari perhitungan tersebut, usaha bisa melihat apakah proses filling masih cukup dilakukan manual atau sudah perlu dibantu mesin.
Tidak Semua Masalah Harus Langsung Ganti Mesin
Kalau proses filling sering bermasalah, jangan langsung berasumsi bahwa mesin adalah satu-satunya solusi.
Cek dulu produk, kemasan, ukuran isi, posisi pengisian, dan alur kerja yang digunakan.
Setelah itu baru tentukan bagian mana yang memang membutuhkan perbaikan atau bantuan mesin.
Pilih Mesin Sesuai Produk Cair
Setiap produk cair bisa memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, kebutuhan mesin filling juga perlu disesuaikan dengan jenis produk dan kemasan.
POWERPACK menyediakan pilihan mesin packaging untuk berbagai kebutuhan pengemasan. Pemilihan mesin dapat disesuaikan dengan produk, ukuran kemasan, dan kapasitas produksi.
Filling yang Rapi Dimulai dari Sistem yang Sesuai
Sambal dan bumbu cair yang sering tumpah saat filling bukan hanya membuat produk terbuang, tetapi juga bisa membuat proses kerja menjadi lebih lama.
Sebelum mengubah sistem packaging, cek dulu karakter produk, jenis kemasan, ukuran isi, dan proses filling yang digunakan.
Kalau kebutuhan mesin memang sudah muncul, pilih sistem yang sesuai dengan produk dan kapasitas produksi.
Untuk melihat pilihan mesin filling dan packaging untuk produk cair, kunjungi POWERPACK.




